Minggu, 18 Maret 2012

 Butiran Debu

namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia


hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat
aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa untuk selamanya
namaku cinta ketika kita bersama
berbagi rasa sepanjang usia
hingga tiba saatnya aku pun melihat
cintaku yang khianat, cintaku berkhianat ooh
menepi menepilah menjauh
semua yang terjadi di antara kita ooh
aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu
(aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
aku tenggelam dalam lautan) dalam luka dalam
aku tersesat dan tak tahu arah jalan pulang
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu
aku tanpamu butiran debu, aku tanpamu butiran debu

Kamis, 15 Maret 2012


 Cinta Yang Hilang

tersenyumlah saat kau mengingatku
karena saat itu aku sangat merindukanmu
dan menangislah saat kau merindukanku
karena saat itu aku tak berada di sampingmu

tetapi, pejamkanlah mata indahmu itu
karena saat itu aku akan terasa ada di dekatmu
karena aku telah berada di hatimu untuk selamanya
tak ada yang tersisa lagi untukku
selain kenangan2 indah bersamamu

mata indah yang dengannya aku biasa melihat keindahan cinta
mata indah yang dahulu adalah milikku
kini semuanya terasa jauh meninggalkanku
kehidupan terasa kosong taqnpa keindahanmu
hati, cinta dan rinduku adalah milikmu

cintamu takkan pernah membebaskanku
bagaimana mungkin aku terbang mencari cinta yang lain
saat sayap2 ku telah patah karenamu
cintamu akan tetap tinggal bersamamu hingga akhir hayatku
dan setelah kematian
hingga tahan tuhan akan menyatukan kita lagi

betapapun hati telah terpikat pada sosok terang dalam kegelapan
yang tengah menghidupkan sinar redupku
namun tak dapat menyinari dan menghangatkan perasaanku yang sesungguhnya

aku tidak akan pernah menemukan cinta yang lain selain cintamu
karena mereka tak tertandingi oleh sosok dirimu dalam jiwaku
kau takkan perhan terganti
bagai pecahan logam mengekalkan kesunyian, kesendirian dan kesedihanku
kini aku telah kehilanganmu


http://aby-umy.blogspot.com/2010/06/puisi-dan-lagu-cinta-yang-hilang.html

Rabu, 07 Maret 2012


BIODATA BONDAN PRAKA




Biodata Bondan Prakoso lengkap dengan foto profil dan video lagunya. Bondan Prakoso adalah sosok pria yang lahir dari seorang ibu bernama Lili Yulianingsih dan ayahnya bernama Sisco Batara. Artis indonesia ini lahir pada tanggal 18 Mei 1984, sekarang berumur 27 tahun. Bondan Prakoso menikah dengan gadis bernama Margareth pada tanggal 17 Desember 2007 dan sudah di karuniai seorang anak bernama Anabelle Prakoso. Berikut ini biografi atau biodata lengkap Bondan Prakoso.


Biodata Lengkap Bondan Prakoso

Biodata Bondan Prakoso

Bondan Prakoso yang saya tahu sudah menjadi artis papan atas, dan waktu itu sudah merilis lagunya yang berjudul "Ya Sudahlah". Yah tentunya dia sudah bergabung dengan Fade 2 Black. Pada tahun 2008 Bondan Prakoso dan Fade 2 Black memperoleh penghargaan AMI Sharp Awards untuk kategori Group Rap Terbaik. Di bawah ini beberapa video lagu yang terahir di rilis oleh Bondan Prakoso dan Fade 2 Black pada tahun 2010.

Lagu Lagu Bondan Prakoso dirilis Tahun 2010

  • Ya Sudahlah
  • Good Time
  • Tetap Semangat
  • Sang Juara
  • Bumi ke Langit
  • Not With Me
  • S.O.S
  • For All
  • Terinjak Terhempas
  • Kita Selamanya
  • Tidurlah
Dari biodata lengkap seorang Bondan Prakoso di atas kita bisa menyimpulkan bahwa di memang seorang artis papan atas yang selalu bisa menunjang karirnya hingga saat ini. Penasaran dengan lagunya? silahkan lihat video bondan prakoso dan fade 2 black dengan video lagu Ya Sudahlah di bawah ini yang merupakan lagu favorit saya.

sumber :  http://www.bamz.us/2012/02/biodata-lengkap-bondan-prakoso.html
Puisi Untuk Ibu

Pernah aku ditegur
Katanya untuk kebaikan
Pernah aku dimarah
Katanya membaiki kelemahan
Pernah aku diminta membantu
Katanya supaya aku pandai

Ibu…..

Pernah aku merajuk
Katanya aku manja
Pernah aku melawan
Katanya aku degil
Pernah aku menangis
Katanya aku lemah

Ibu…..

Setiap kali aku tersilap
Dia hukum aku dengan nasihat
Setiap kali aku kecewa
Dia bangun di malam sepi lalu bermunajat
Setiap kali aku dalam kesakitan
Dia ubati dengan penawar dan semangat
Dan Bila aku mencapai kejayaan
Dia kata bersyukurlah pada Tuhan

Namun…..
Tidak pernah aku lihat air mata dukamu
Mengalir di pipimu
Begitu kuatnya dirimu….

Ibu….

Aku sayang padamu…..
Tuhanku….
Aku bermohon padaMu
Sejahterakanlah dia
Selamanya…..
Sumber :  http://www.hpgua.com/2010/12/puisi-untuk-ibu.html

sejarah RA Kartini


Raden Ajeng Kartini lahir pada 21 April tahun 1879 di kota Jepara, Jawa Tengah. Ia anak salah seorang bangsawan yang masih sangat taat pada adat istiadat. Setelah lulus dari Sekolah Dasar ia tidak diperbolehkan melanjutkan sekolah ke tingkat yang lebih tinggi oleh orangtuanya. Ia dipingit sambil menunggu waktu untuk dinikahkan. Kartini kecil sangat sedih dengan hal tersebut, ia ingin menentang tapi tak berani karena takut dianggap anak durhaka. Untuk menghilangkan kesedihannya, ia mengumpulkan buku-buku pelajaran dan buku ilmu pengetahuan lainnya yang kemudian dibacanya di taman rumah dengan ditemani Simbok (pembantunya).

Akhirnya membaca menjadi kegemarannya, tiada hari tanpa membaca. Semua buku, termasuk surat kabar dibacanya. Kalau ada kesulitan dalam memahami buku-buku dan surat kabar yang dibacanya, ia selalu menanyakan kepada Bapaknya. Melalui buku inilah, Kartini tertarik pada kemajuan berpikir wanita Eropa (Belanda, yang waktu itu masih menjajah Indonesia). Timbul keinginannya untuk memajukan wanita Indonesia. Wanita tidak hanya didapur tetapi juga harus mempunyai ilmu. Ia memulai dengan mengumpulkan teman-teman wanitanya untuk diajarkan tulis menulis dan ilmu pengetahuan lainnya. Ditengah kesibukannya ia tidak berhenti membaca dan juga menulis surat dengan teman-temannya yang berada di negeri Belanda. Tak berapa lama ia menulis surat pada Mr.J.H Abendanon. Ia memohon diberikan beasiswa untuk belajar di negeri Belanda.

Beasiswa yang didapatkannya tidak sempat dimanfaatkan Kartini karena ia dinikahkan oleh orangtuanya dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Setelah menikah ia ikut suaminya ke daerah Rembang. Suaminya mengerti dan ikut mendukung Kartini untuk mendirikan sekolah wanita. Berkat kegigihannya Kartini berhasil mendirikan Sekolah Wanita di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, Cirebon dan daerah lainnya. Nama sekolah tersebut adalah “Sekolah Kartini”. Ketenarannya tidak membuat Kartini menjadi sombong, ia tetap santun, menghormati keluarga dan siapa saja, tidak membedakan antara yang miskin dan kaya.

Pada tanggal 17 september 1904, Kartini meninggal dunia dalam usianya yang ke-25, setelah ia melahirkan putra pertamanya. Setelah Kartini wafat, Mr.J.H Abendanon memngumpulkan dan membukukan surat-surat yang pernah dikirimkan R.A Kartini pada para teman-temannya di Eropa. Buku itu diberi judul “DOOR DUISTERNIS TOT LICHT” yang artinya “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Saat ini mudah-mudahan di Indonesia akan terlahir kembali Kartini-kartini lain yang mau berjuang demi kepentingan orang banyak.
Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lainsebagainya.
Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu.
Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing-masing pihak memberikan pendapat masing-masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan-pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.
Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional.
Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran-pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.
Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama-nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya.
Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan-pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.
Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita-cita, tekad, dan perbuatannya. Ide-ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.
Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.



Relaksi :
 - http://chrissanta.wordpress.com
- http://www.dapunta.com/raden-ajeng-kartini-1879-1904.html

Minggu, 04 Maret 2012




Profil PSS


PSS Sleman
Persatuan Sepak bola Sleman (biasa disingkat: PSS Sleman) merupakan sebuah tim sepak bola yang berbasis di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta Tim yang didirikan pada 20 Mei 1976 ini memiliki julukan sebagai tim Super Elang Jawa atau Super Elja.
Tim ini juga sering disebut dengan julukan Laskar Sembada.
Mereka bermain di divisi teratas dalam sebuah sepakbola Indonesia, namun pada tahun 2009 PSS Sleman berlaga di Liga Utama Indonesia.
PSS Sleman memiliki suporter yang menamakan dirinya Slemania. Musim lalu mereka telah selesai pada posisi terakhir, karena gempa bumi. Stadion utama mereka adalah Stadion Maguwoharjo. dan menggunakan Stadion Tridadi sebagai tempat latihan rutin.


Prestasi Kompetisi Perserikatan
  • 1980 Peringkat ke-2 Kompetisi Perserikatan Komda DIY
  • 1990/1991 Peringkat ke-6 Divisi IIA Jateng DIY
  • 1993/1994 8 Besar Divisi II Nasional (Juara Divisi II DIY)
Prestasi Liga Indonesia
  • 1994/1995 16 Besar Divisi II Nasional
  • 1995/1996 Promosi ke Divisi I (Playoff 4 Kecil)
  • 1996/1997 Sepuluh besar Divisi I (Peringkat ke-3 Grup A)
  • 1997/1998 Kompetisi dihentikan
  • 1998/1999 Divisi I Peringkat ke-4 Grup II
  • 1999/2000 Divisi I Peringkat ke-2 (Promosi)
  • 2001 Divisi Utama Peringkat ke-10 Grup Timur
  • 2002 Divisi Utama Peringkat ke-7 Grup Timur
  • 2003 Divisi Utama Peringkat ke-4
  • 2004 Divisi Utama Peringkat ke-4
  • 2005 Divisi Utama Peringkat ke-7 Wilayah I
  • 2006 Divisi Utama – PSS tidak melanjutkan kompetisi karena adanya bencana gempa bumi di yogyakarta dan sekitarnya
  • 2007/2008 Divisi Utama Peringkat ke-13 Wilayah I
  • 2008/2009 …
Prestasi Non Liga Indonesia
  • 2001 Peringkat ke-3 Piala Suratin U-18
  • 2002 Peringkat ke-4 Piala Suratin U-18
  • 2005 Semifinalis Copa Indonesia
Pelatih
  • 2001 – Suharno (Pelatih Kepala), Bambang Nurjoko (Asisten Pelatih), Herwin Syahrudin (Pelatih Fisik)
  • 2002 – Suharno (Pelatih Kepala), Bambang Nurjoko (Asisten Pelatih)
  • 2003 – Yudi Suryata (Pelatih Kepala), Maman Durachman (Asisten Pelatih), Lafran Pribadi
  • 2004 – Daniel Roekito (Pelatih Kepala), Haryadi (Asisten Pelatih), Haryanto (Pelatih Kiper), Herwin Syahrudin (Pelatih Fisik)
  • 2005 – Daniel Roekito (Pelatih Kepala), Haryadi (Asisten Pelatih), Sugiyanto (Pelatih Kiper), Herwin Syahrudin (Pelatih Fisik)
  • 2006 – Hery Kiswanto (Pelatih Kepala), Haryadi (Asisten Pelatih), Yoce Ocoh (Asisten Pelatih), Lafran Pribadi
  • 2007 – Horacio Albertus Montes (Pelatih Kepala), Yoce Oroh (Asisten Pelatih), Lafran Pribadi, Alexander Prastowo, R. Darius Subagyo
  • 2007 – Horacio Albertus Montes diganti oleh Rudy William Keltjes, Lafran Pribadi (Asisten Pelatih), Alan Haviluddin (Pelatih Kiper).
  • 2008 – Yudi Suryata (Pelatih Kepala), Maman Durachman (Asisten Pelatih), Lafran Pribadi (Asisten Pelatih), Djoko Pekik Irianto (Pelatih Fisik), M. Susanto (Pelatih kiper)
  • 2008 – Yudi Suryata digantikan Maman Durachman, Lafran Pribadi (Asisten Pelatih), Djoko Pekik Irianto (Pelatih Fisik), M. Susanto (Pelatih kiper)
  • 2009 – Yance Efraim Matmey ( Pelatih Kepala ), Singh YarridBettay ( Asisten Pelatih ), Andreas Taufik Suguruanto ( Pelatih Kiper )
Sumber : http://psssleman.wordpress.com/profilpss/

Profil Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf


Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf adalah salah satu putra dari 16 bersaudara putra-putri Alm. Al-Habib Abdulkadir bin Abdurrahman Assegaf ( tokoh alim dan imam Masjid Jami’ Asegaf di Pasar Kliwon Solo), berawal dari pendidikan yang diberikan oleh guru besarnya yang sekaligus ayah handa tercinta, Habib Syech mendalami ajaran agama dan Ahlaq leluhurnya.

Berlanjut sambung pendidikan tersebut oleh paman beliau Alm. Habib Ahmad bin Abdurrahman Assegaf yang datang dari Hadramaout. Habib Syech juga mendapat pendidikan, dukungan penuh dan perhatian dari Alm. Al-Imam, Al-Arifbillah, Al-Habib Muhammad Anis bin Alwiy Al-Habsyi (Imam Masjid Riyadh dan pemegang magom Al-Habsyi). Berkat segala bimbingan, nasehat, serta kesabaranya, Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf menapaki hari untuk senantiasa melakukan syiar cinta Rosull yang diawali dari Kota Solo. Waktu demi waktu berjalan mengiringi syiar cinta Rosullnya, tanpa di sadari banyak umat yang tertarik dan mengikuti majelisnya, hingga saat ini telah ada ribuan jama’ah yang tergabung dalam Ahbabul Musthofa. Mereka mengikuti dan mendalami tetang pentingnya Cinta kepada Rosull SAW dalam kehidupan ini.
Ahbabul Musthofa, adalah salah satu dari beberapa majelis yang ada untuk mempermudah umat dalam memahami dan mentauladani Rosull SAW, berdiri sekitar Tahun1998 di kota Solo, tepatnya Kampung Mertodranan, berawal dari majelis Rotibul Haddad dan Burdah serta maulid Simthut Duror Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf memulai langkahnya untuk mengajak ummat dan dirinya dalam membesarkan rasa cinta kepada junjungan kita nabi besar Muhammad SAW .
KEGIATAN AHBABUL MUSTHOFA
Pengajian Rutin (zikir & sholawat)
setiap hari Rabu Malam dan Sabtu Malam Ba’da Isyak di Kediaman Habib Syech bin Abdulkadir Assegaf .
Pengajian Rutin Selapanan Ahbabul Musthofa
- Purwodadi ( Malam Sabtu Kliwon ) di Masjid Agung Baitul Makmur Purwodadi.
- Kudus ( Malam Rabu Pahing ) di Halaman Masjid Agung Kudus.
- Jepara ( Malam Sabtu Legi ) di Halaman Masjid Agung Jepara .
- Sragen ( Malam Minggu Pahing ) di Masjid Assakinah, Puro Asri, Sragen.
- Jogja ( Malam Jum’at Pahing ) di Halaman PP. Minhajuttamyiz, Timoho, di belakang Kampus IAIN.
- Solo ( Malam Minggu Legi ) di Halaman Mesjid Agung Surakarta.

sumber : majelisfathulhidayah.wordpress.com